MTs NEGERI 3 REMBANG MENGGELAR
MTs NEGERI 3 REMBANG MENGGELAR RAPAT UNTUK UJI COBA
PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM)
MTs Negeri 3 Rembang- Rabu 21 April 2021, Kepala Madrasah beserta seluruh wakil kepala dan seluruh guru karyawan di MTs Negeri 3 Rembang melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan uji coba PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di bulan april 2021 ini, di tengah pandemi covid 19, dimana dalam kegiatan rapat tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus COVID-19.
Dalam sambutannya Kepala
MTs N 3 Rembang Drs H Warsan mengatakan bahwa “ kita telah ditunjuk oleh Kantor
Kemenag Kabupaten Rembang untuk melaksanakan uji coba PTM tahap dua, maka kita
perlu melaksanakan tugas ini penuh dengan tanggung jawab dengan memenuhi segala
protokol kesehatan terkait dengan COVID - 19”.
Beliau juga mengatakan bahwa “Opsi Pembelajaran Tatap Muka adalah sebuah pilihan yang harus
kita lakukan, dalam uji
coba PTM besok insya Alloh dilaksanakan tanggal 26 april sampai dengan 7 Mei
2021 dengan ketentuan maksimal siswa yang boleh mengikuti PTM hanya 100 siswa” tegas Drs H warsan.
Memang beberapa hari yang lalu seluruh PTK ( Pendidik dan
Tenaga Kependidikan) yang ada di MTs Negeri 3 Rembang telah menjalani
Vaksinansi Covid tahap 2, dimana vaksinasi ini menjadi suatu yang wajib bagi
penyelenggaraan PTM (Pembelajaran Tatap Muka).
Di tempat terpisah waka Humas MTs N 3 Rembang Mukhoyaroh.
S,Pd mengatakan, “Ada beberapa pertimbangan yang
membuat PTM menjadi opsi yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan.
Pertimbangan tersebut adalah vaksinasi bagi tenaga kependidikan dan juga
penerapan protokol kesehatan yang ketat di Madrasah. Maka dari itu vaksinasi kepada seluruh pendidik dan tenaga
kependidikan menjadi hal yang penting sebelum menyelenggarakan PTM”
Hal senada
juga di ungkapkan oleh wakil kepala bidang kesiswaan bapak M. Chairur Rohmad, S.Ag,
M.PdI, beliau mengatakan bahwa “Vaksinasi adalah bagian ikhtiar kita agar memiliki imunitas
yang tinggi serta kepercayaan diri untuk membuka
pembelajaran tatap muka. Beliau juga
menambahkan bahwa meskipun pendidik dan tenaga
kependidikan telah divaksin, tetap ada kemungkinan terjangkit virus COVID-19.
Maka dari itu, penerapan protokol kesehatan yang ketat juga harus dilakukan
oleh satuan pendidikan dalam penyelenggaraan PTM.
“Walaupun sudah divaksin,
protokol kesehatan tetap menjadi prioritas yang utama,” pungkas Chairur
Rohmad S.Ag. M.PdI. dengan tegas.
Bapak Sholikin, S.Ag selaku waka Sarana prasarana juga memberikan kesanggupan dengan menyediakan
segala sarana prasarana terkait protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan
yang cukup, penyediaan masker bagi siswa yang kebetulan tidak membawa, serta
cairan sanitizer yang selalu tersedia di setiap ruang kelas. Memang seluruh sarana
prasarana protokol kesehatan menjadi sangat penting di era pandemi saat ini.
Dari aspek kurikulum yang saat ini di pegang oleh bapak Musta’in
S.Ag. M.PdI juga telah menyusun suatu formula yang apik dalam membagi kelas
serta dalam membagi jadwal pembelajaran selama uji coba PTM kali ini. “Untuk
rencana nantinya kita menyediakan delapan ruang kelas, dimana masing masing kelas
hanya diisi siswa sejumlah 12 sampai 15 siswa saja, dengan penataan meja dan
kursi sesuai dengan juknis yang sudah ada”. Tandasnya.
PTM memang menjadi opsi utama bagi
seluruh satuan pendidikan. Meski demikian, pemerintah juga memberikan pilihan
kepada sekolah untuk tetap melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila PTM
tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
(Bhan/210421)



Comments
Post a Comment