KOMPAK, SELURUH GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MTs NEGERI 3 REMBANG MENGISI SURVEY LINGKUNGAN BELAJAR.
KOMPAK, SELURUH GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MTs NEGERI 3 REMBANG MENGISI SURVEY LINGKUNGAN BELAJAR.
REMBANG – seluruh guru dan tenaga kependidikan Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Rembang secara bersama sama mengisi survey lingkungan belajar di ruang laboratorium
komputer, Rabu (7/10/21). Seluruh Guru dan tensik MTs N 3 Rembang yang
berjumlah 47 orang secara kompak mengisi survey tersebut.
Survei lingkungan belajar ini merupakan rangkaaian dari ANBK yang sudah
dilaksanakan. Survey ini dimaksudkan untuk mengetahui kenyamanan dan keamanan
siswa dan guru dalam belajar maupun memberikan pembelajaran kepada anak didik. Waka
Kurikulum MTs N 3 Rembang Mukhoyaroh mengatakan bahwa dalam survey kali ini berisi
dari 62 pertanyaan yang semuanya harus
dijawab oleh Guru, Tendik maupun Kepala Madrasah. Salah satu tema pertanyaan
dalam survey lingkunan belajar ini adalah kebhinekaan. “Seluruh guru maupun
karyawan harus mengisi survei ingkungan belajar, adapun jumlah soal yang
dikerakan berjumlah 62 soal dan semua harus dijawab sesuai dengan petunjuk,
salah satu tema dari pernyataan dalam survei ini adalah tentang kebhinekaan”.
Terangnya
“Hal ini dikarenakan bahwa dengan Iklim kebinekaan yang baik, mampu mencerminkan penerimaan dan dukungan terhadap
hak-hak semua warga sekolah. Hal ini terlepas dari latar belakang gender,
sosial-ekonomi, budaya, politik, maupun kondisi fisik. Rasa diterima dan
didukung tanpa diskriminasi, menjadi prakondisi pembelajaran yang berkualitas”. Imbuhnya.
Ditempat terpisah Kepla MTs N 3 Rembang Drs Warsan juga menyampaikan bahwa selain
kebhinekaan, survey ini juga mengukur tentang iklim keamanan Madrasah. “Selain
mengukur iklim kebinekaan, survei kali
ini juga mengukur iklim keamanan Madrasah. Rasa aman di Madrasah
juga menjadi syarat bagi
pembelajaran. Cakupannya meliputi indikator kejadian perundungan, penggunaan
narkoba, dan kekerasan di sekolah. Di luar iklim
sekolah, bagian terbesar dari survei adalah berbagai aspek kualitas
pembelajaran, seperti fasilitas belajar, praktik pengajaran, refleksi guru, dan
kepemimpinan instruksional kepala sekolah”. Paparnya.
(Boerhan, 81021)
Comments
Post a Comment