TINGKATKAN PROFESIONALITAS, PULUHAN GURU MA MIFTAHUL HUDA SARANG ADAKAN BINTEK KURIKULUM MERDEKA
Lodan, Sarang – Untuk meningkatkan kemampuan profesionalitas pendidik , MA Miftahul Huda menggelar Bintek Kurikulum Merdeka yang diadakan selama dua hari, mulai hari sabtu s/d Minggu (23 sd 24 / 9/2023). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru baik dari MA maupun MTs Miftahul Huda Sarang.
Kurikulum Merdeka merupakan program
pendidikan yang diperkenalkan di Indonesia sebagai upaya untuk mengembangkan
pendidikan yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Program
ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas lebih kepada sekolah dalam
merancang kurikulum mereka sendiri sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan
siswa.
Kegiatan Bintek IKM ini dibuka langsung oleh
Kepala MA Miftahul Huda H. Abdul Halim, S.Pd I. dalam sambutannya H Abdul Halim menyampaikan tujuan dari
pelaksanaan bintek ini adalah meningkatkan kualitas pendidikan ditingkat
madrasah, termasuk kualitas pengajaran dan pembelajaran.
“ Kami mengadakan bintek ini
berharap seluruh guru mampu meningkatkan kualitas pengajaran dan Pendidikan,
apalagi dengan adanya kurikulum merdeka ini yang merupakan hal baru bagi kami”
katanya.
“ Secara teori dan pedagogik saya
percaya pengajar kami sudah bagus, akan tetapi kami harus senantiasa mengembangkan
keilmuan dan mempelajari hal hal baru apalagi didunia Pendidikan” katanya lagi.
Untuk kegiatan bintek kali ini,
MA Miftahul Huda menghadirkan dua narasumber yang merupakan guru penggerak di Dinas Pendidikan Kab Rembang, Bpk Eko, M.Pd dan Ibu Walida Wahid Fitriani, M.Pd. Mereka berdua
berkolaborasi untuk menyajikan materi yang sekiranya dibutuhkan oleh guru
Madrasah.
Walida dalam pembukaan materinya
mengatakan bahwa kurikulum ini harus bisa dikuasai oleh seluruh guru baik di
kementerian agama maupun di kementerian Pendidikan, karena mau tidak mau
kurikulum yang berlaku sekarang adalah kurikulum merdeka.
“ Kurikulum Merdeka memang hal
yang baru hangat dibicarakan disetiap
satuan pendidikan, maka dari itu setiap madrasah ataupun sekolah haruslah
membekali para guru atau pendidiknya untuk bisa menguasai kurikulum ini “
terangnya.
“ Tapi jangan khawatir, kurikulum merdeka tidaklah sesulit apa yang dibayangkan oleh bapak ibu guru, semua ada
panduannya. Setiap kali ada perubahan akan ada pelatihan maupun pembelajaran
bagi guru. Kurikulum Merdeka menghargai perbedaan-perbedaan antar wilayah, budaya,
dan kebutuhan pendidikan. Kurikulum ini mendorong madrasah untuk memasukkan
unsur-unsur lokal, budaya, dan nilai-nilai ke dalam pengajaran mereka.” Paparnya
lagi.
Manfaat Kurikulum Merdeka
Dalam kurikulum Merdeka ini diharapkan dapat menciptakan pendidikan yang lebih relevan, inklusif, dan
responsif terhadap kebutuhan individu dan masyarakat. Pendekatan ini berusaha
untuk menciptakan siswa yang lebih siap menghadapi dunia nyata dan
berkontribusi secara positif pada masyarakat. Namun, implementasi dan
perkembangan Kurikulum Merdeka dapat bervariasi antara madrasah.
Walida juga memaparkan beberapa manfaat kurikulum merdeka bagi siswa yang di antaranya adalah siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.
"Kurikulum ini memungkinkan siswa
untuk mendapatkan pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan mereka. Dengan
memperhatikan konteks lokal dan kebutuhan individu, siswa dapat terlibat dalam
pembelajaran yang lebih bermakna" ucapnya.
Kurikulum ini juga menekankan
pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas,
komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Hal ini membantu siswa untuk
menjadi lebih siap menghadapi tantangan dunia modern.



Comments
Post a Comment